Langsung ke konten utama

Ringkasan MODUL 9 dan 10 Pembelajaran PKN di SD PDGK 4201


MODUL 9
MODEL PEMBELAJARAN PKN TEMATIS DIKELAS I.II,III SD/MI
KEGIATAN BELAJAR I
MODEL PEMBELAJARAN PKN TEMATIS DI KELAS , I,II,DAN III DI SD/MI
A. LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN TEMATIS PKN SD/MI
1.      Hakikat Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu
Sebagai titik sentral pembelajaran yang mengkomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran .
            Dalam pembelajaran tematik terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu:
a)      Pembelajaran tematik dimakudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan utuh
b)      Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu setiap tema, memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada dilingkungan
c)      Usahakan pilihan tema yang terdekat dengan anak
d)      Lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai dari pada tema
Pembelajaran tematik memiliki kekuatan / keunggulan , antara lain :
a)      Pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa
b)      Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan siswa
Hasil belajar  akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna
c)      Mengembangkan keterampilan berfikir siswa dengan permasalahannya yang dihadapi
d)      Menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama . toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
2.      Langkah-langkah Pembelajaran Tematik
a)      Membuat / memilih tema
b)      Melakukan analisis standar kompetensi dasar, indikator yang dsesuaikan dengan tema dan alokasi waktu
c)      Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar, indikator dengan tema ( yang telah dibuat)
d)      Membuat pengelompokan jaringan indikator
e)       Melakukan penyusunan silabus
f)       Menyusun rencana pembelajaran




KEGIATAN BELAJAR II
MODEL PEMBELAJARAN PKN TEMATIS DI SD
A.     MODEL WEBBED
Model webbed sering di sebut jaring laba-laba, adalah model pembelajaran yang
dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkencenderungan dapat disampaikan
melalui beberapa mata pembelajaran. Tema dalam model ini dapat dijadikan pengikat pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. Dalam menerapakan model ini, guru harus serius dan mendalam untuk memahami dan memilih tema esensial yang memiliki keterkaitan materi yang dapat dipadukan.
B.     MODEL CONNECTED
Model connected ( berhubungan ) dilandasi anggapan bahwa butir-butir pembelajaran
            Dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Misalnya,  butir-butir pembelajaran
            Ideologi pancaila, hukum dan ketatanegaraaan atau materi tentang hak dan kewajiban,
            Ketertiban , demokrasi dapat dipayungkan pada mata pelajaran PKN. Dalam model ini, guru
Perlu menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajaran secara tematis karena pembentukan pemahaman, keterampilan, dan pengalaman secara utuh tidak berlangsung secara otomatis.
C.     MODEL INTEGRATED
Model integrated merupakan model pemaduan ejumlah tema ( topik ) pembelajaran
dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya lama dalam sebah tema /topik tertentu. Dalam model ini, butir-butir pembelajaran perlu ditata sedemikian rupa hingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran berbeda.










MODUL  10
MODEL PEMBELAJARAN PKN SD BERBASIS PORTOFOLIO DI KELAS IV, V, VI
KEGIATAN BELAJAR I
LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN PKN SD BERBASIS PORTOFOLIO
A. KONSEP DAN HAKEKAT PEMBELAJARAN PORTOFOLIO
Pembelajaran portofolio adalah sebuah inovasi dalam pembelajaran PKn sebagai
Wujud nyata dan pembelajaran konstekstual. Dalam kegiatan pembelajaran portofolio siswa dilibatkan untuk mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan kebijakan publik secara konstekstual.
Untuk keterlaksanaan kegiatan pembelajaran portofolio guru tidak terlibat secara penuh
dalam kegiatan pembelajaran tersebut, guru hanya bersifat membimbing dan mefasilitasi apa yang diperlukan siswa. Siswa secara demokratis mengidentifikasi, merumuskan sampai mencari berbagai solusi tentang kebijakan publik yang ada dilingkungan hidupnya.

B. LANGKAH- LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO
Langkah-langkah model pembelajaran berbasis portofolio menurut cente for civic education
 yaitu :
a)      Mengidentifikasi masalah yang ada dalam masyarakat
b)      Memilih masalah untuk kajian kelas
c)      Mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji oleh kelas
d)      Mengembangkan portofolio  kelas
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan siswa dalam pembelajaran portofolio adalah
Menemukenali ( meng identifikasi ) masalah yang akan dikaji ; mengumpulkan informasi, mengkaji pemecahan masalah ; dan membuat kebijakan publik kalian sendiri .

KEGIATAN BELAJAR II
MODEL PEMBELAJARAN PKN SD  BERBASIS PORTOFOLIO DI KELAS IV, V, DAN VI
            Salah satu aspek atau langkah yang sangat strategis dalam pembelajaran portofolio adalah tahap penyajian. Pada tahap ini siswa dilatih untuk membiasakan diri mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah diperolehnya dalam proses penyusunan portofolio tersebut.
            Selain itu, pada tahap penyajian ini siswa dilatih untuk mengemukakan argumentasi, sekaligus mempertahankan bahkan melakukan debat dengan dewan juru. Inilah proses pembelajaran portofolio yang penuh dengan nuansa demokratis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Kata Pengantar

Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan tugas ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga tugas ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam profesi keguruan dan Pembelajaran PKN di SD. Harapan kami semoga tugas ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Tugas   ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan tugas   ini. Lahat, April 2019 Penyusun